This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 19 Agustus 2012

10 Konsep Ponsel 'Gila' di Masa Depan



Jakarta - Inovasi teknologi di smartphone seakan tidak pernah berhenti. Saat ini, ponsel cerdas sudah sangat canggih, di mana produk-produk kelas atasnya sudah punya prosesor quad core, layar sangat jernih dan sebagainya.

Di masa depan, smartphone dipastikan bakal lebih canggih lagi. Misalnya, layarnya bisa ditekuk tekuk. Saat ini, prototipe ponsel fleksibel memang sudah dikembangkan. 

Beberapa desainer pun coba memperkirakan seperti apa bentuk smartphone di masa depan. Berikut beberapa konsep ponsel futuristik yang wujudnya cukup gila, seperti dikutip detikINET dari PCWorld.

1. Snake Phone
 
Ponsel hasil desain Product Visionaires ini bentuknya melingkar-lingkar seperti ular dan bodinya fleksibel. Karena itulah namanya adalah Snake Phone. Jadi bisa dilekatkan ke lengan penggunanya.

Mungkin akan menjadi kabar baik bagi mereka yang sering kehilangan ponsel. Karena terikat erat di tangan, maka kemungkinannya untuk hilang sangat kecil.

2. Kyocera Kinetic OLED Cell Phone

Konsep ponsel besutan Kyocera ini juga dirancang memakai layar fleksibel berjenis OLED. Bentuk awalnya seperti sebuah dompet. Namun bisa direntangkan sehingga layar sentuhnya menjadi lebar.

3. Ponsel Roll
Seorang desainer asal China bernama Tao Ma membuat ponsel yang mirip dengan roll film ini. Bodinya terdiri dari tiga bagian, yaitu baterai, komponen hardware dan layar. Nah, layarnya dapat ditarik keluar. Jika sudah tidak digunakan, dapat dimasukkan lagi ke dalam bodi.

4. Bend in Touch
Desainer asal Ukrina bernama Andy Kurovets membuat konsep ponsel yang cukup mengagumkan. Ponsel yang sepenuhnya layar sentuh ini punya layar kedua yang diselipkan di bodi.

Layar kedua tersebut bisa ditarik keluar. Cukup keren kan? Selain layar, kamera di ponsel ini juga tersembunyi dan bisa ditarik keluar.

5. Transformer Phone
Bentuk awalnya biasa saja. Namun ternyata, konsep ponsel bikinan Parkoz Hardware ini bisa berubah bentuk menjadi semacam robot Transformer yang cukup keren. Jadi selain untuk berkomunikasi, juga bisa dipakai sebagai mainan.

6. Ponsel Transparan
Ponsel tranparan memang sudah beberapa kali meluncur, seperti dahulu ada Sony Ericsson Pureness. Namun Yanko Design membuat konsep ponsel yang hampir seluruh bagian bodinya tembus pandang. Tidak hanya ponsel candybar, namun juga yang berjenis flip.

7. Separate Keitai
Konsep ponsel ini dikembangkan oleh NTT Docomo dan Fujitsu. Separate Keita, demikian namanya, terdiri dari dua bagian. Yaitu layar dan keyboard.

Kedua bagian tersebut dapat terhubung dengan koneksi Bluetooth. Pengguna juga dapat menyatukannya karena punya magnet.

8. Radia
Radia wujudnya hanya berupa lingkaran, namun desainnya berkelas dan tampak premium. Masalahnya, layarnya tidak cukup luas untuk kegiatan multimedia seperti melihat video atau menjelajah internet. Tampaknya hanya nyaman dipakai untuk telepon saja.

9. Pebble
Wujud ponsel ini memang unik. Bodinya dapat dipisah, dan kemudian di tengah-tengahnya terdapat layar sentuh berukuran mini. Tidak cukup baik untuk multimedia memang, namun setidaknya desainnya lain dari yang lain.

10. Ponsel Playstation
Sony Ericsson memang sudah cukup lama mengeluarkan Xperia Play yang dijuluki sebagai ponsel PlayStation. Namun handset konsep ini tampaknya lebih menarik. Layarnya lebih lega dan bentuknya pun keren.

Rabu, 07 Desember 2011

Indonesia Mendapat Urutan Ketujuh Sebagai Pengguna Software Bajakan


Business Software Alliance (BSA) telah kembali merilis laporan survey perilaku pengguna dan sikap terhadap pembajakan software Hak Kekayaaan Intelektual (HKI) dalam blog resminya, BSA TechPost.
Coba anda pikirkan kembali bagaimana Anda memasang software yang ada di komputer, apakah software itu berasal dari teman, hasil salinan, atau membeli dengan lisensi resmi.
Jika sudah menggunakan software dengan cara membeli dengan lisensi resmi, berarti Anda tidak termasuk dalam hasil survei yang dilakukan Business Software Alliance. Baru-baru ini lembaga advokasi untuk industri software tersebut mengumumkan 47 persen dari pengguna Personal Computer (PC) di seluruh dunia menggunakan software tak berlisensi alias software bajakan.
Kesimpulan ini diperoleh dari survei Ipsos Public Affairs terhadap 15 ribu pengguna PC di 32 negara, di antaranya Indonesia, Cina, Vietnam, Rusia, Australia, Amerika Serikat, sampai Afrika Selatan. Penelitian tersebut dilakukan dengan wawancara perorangan ataupun online kepada 400 hingga 500 responden di tiap negara.
Kendati para responden menyatakan dukungan terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual, mayoritas pengguna komputer dari negara-negara berkembang memperoleh software secara ilegal. Misalnya dengan membeli satu lisensi untuk sebuah program kemudian menginstalnya di beberapa komputer. Atau bisa juga dengan mengunduh program dari jaringan peer-to-peer.
Indonesia Mendapat Urutan Ketujuh Sebagai Pengguna Software BajakanDari 32 negara itu, Indonesia Mendapat Urutan Ketujuh Sebagai Pengguna Software Bajakan sebesar 65 persen. Ironisnya, kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa cara yang dilakukan untuk memperoleh software itu termasuk tindakan ilegal. Mereka juga meyakini pembajakan software sudah bersifat umum.
Menurut Holleyman, selain tindakan hukum, tingkat pembajakan bisa dikurangi dengan mendidik para pelaku bisnis ataupun individu mengenai bagaimana cara mendapatkan software secara resmi bukan software bajakan.
Berikut persentase penggunaan software bajakan di berbagai negara:
1. China: 86 persen
2. Nigeria: 81 persen
3. Vietnam: 76 persen
4. Ukraina: 69 persen
5. Malaysia: 68 persen
6. Thailand: 65 persen
7. Indonesia 65 persen
8. Saudi Arabia: 62 persen
9. Korea Selatan: 60 persen
10. Meksiko: 60 persen
11. Brazil: 55 persen
12. Kolombia: 54 persen
13. Chile: 53 persen
14. Rusia: 52 persen
15. Spanyol: 50 persen
16. Polandia: 48 persen
17. Republik Ceko: 47 persen
18. Turki: 43 persen
19. Argentina: 39 persen
20. Italia: 37 persen
21. Australia: 37 persen
22. Amerika Serikat: 34 persen
23. Swiss: 31 persen
24. Belanda: 30 persen
25. Inggris: 30 persen
26. Jepang: 29 persen
27. Swedia: 29 persen
28. India: 28 persen
29. Kanada: 27 persen
30. Prancis: 26 persen
31. Jerman: 21 persen
32. Afrika Selatan: 20 persen
Jadi dengan 65 persen Indonesia Mendapat Urutan Ketujuh Sebagai Pengguna Software Bajakan.